Simak materi tersebut selengkapnya pada link berikut ini:
PENYEMBAHAN YANG SEJATI
Ruang Remaja

"Demikian juga perkataan yang kotor,
yang kosong atau yang sembrono –
karena hal-hal ini tidak pantas –
tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur.”
Efesus 5:4 (TB)
Kisah Nas Daily: Mengubah Konten Cepat Menjadi Dampak Global
Nuseir Yassin, yang dikenal sebagai Nas Daily, adalah seorang vlogger (pembuat video blog) yang dikenal karena video-video singkatnya yang berdurasi 1 menit di media sosial. Di era di mana konten viral seringkali didominasi oleh drama, gosip, atau prank, Nas Daily memilih jalur yang berbeda: konten yang singkat namun bermakna dan mendidik.
Pada awalnya, ide membuat video 1 menit setiap hari selama 1.000 hari dianggap gila oleh banyak orang. Mereka meremehkan potensi video yang terlalu pendek. Namun, Nas bertekad untuk menggunakan platform media sosialnya bukan untuk mencari ketenaran kosong, melainkan untuk berbagi kisah positif, mendobrak stereotip, dan memicu percakapan konstruktif tentang berbagai budaya dan isu global.
Dengan konsistensi dan integritas kontennya, Nas Daily berhasil membangun jutaan pengikut. Ia membuktikan bahwa media sosial, yang sering disalahgunakan untuk "perkataan kotor, yang kosong dan sembrono," sebenarnya dapat menjadi alat yang ampuh untuk membangun, menginspirasi, dan menyebarkan kebaikan.
Kisah Nas Daily adalah pengingat bahwa jejak digital yang kita tinggalkan harus mencerminkan nilai-nilai terbaik kita, dan bahwa kita memiliki kuasa untuk menjadikan media sosial sebagai tempat yang lebih baik.
Relevansi dengan Alkitab: Mengelola Perkataan Digital
Tantangan media sosial saat ini sangat erat kaitannya dengan ajakan dalam Efesus 5:4. Firman Tuhan mengingatkan kita untuk menjauhi perkataan kotor, yang kosong, dan yang sembrono di setiap platform, baik itu lisan maupun tulisan—termasuk di komentar, caption, atau story kita.
Di dunia maya, perkataan kosong (tidak berarti), kotor (penuh kebencian atau gosip), atau sembrono (tidak dipikirkan matang-matang) sangat mudah diunggah. Namun, ayat ini memberi kita standar yang lebih tinggi: kita harus memilih untuk menggunakan perkataan yang layak dan penuh syukur.
Sebagai remaja yang tumbuh di era digital, kita adalah duta besar Tuhan di internet. Setiap post, like, dan share adalah cerminan dari hati kita. Sama seperti Nas Daily yang memilih untuk mengisi platformnya dengan hal yang membangun, kita harus menggunakan media sosial sebagai alat untuk memberkati, memotivasi, dan menghadirkan terang di tengah kegelapan atau negativitas feed kita.
Apa yang Bisa Kita Pelajari?
1. Filter Digitalmu (The 'Worth It' Check)
Sebelum mengunggah atau berkomentar, tanyakan: "Apakah ini layak? Apakah ini membangun? Apakah ini mencerminkan identitasku dalam Kristus?" Jika jawabannya ragu, jangan post.
2. Jejak Digital Adalah Warisan
Pikirkan jejak digitalmu sebagai warisan. Apa yang kamu ingin orang lihat dan ingat tentangmu lima tahun dari sekarang? Pilih konten yang abadi, bukan yang viral sesaat.
3. Gunakan Syukur sebagai Senjata
Ketika feed penuh dengan keluhan atau kritik, balaslah dengan ucapan syukur dan post yang positif. Jadikan akunmu sebuah tempat yang menyenangkan dan menguatkan.
4. Prioritaskan Dunia Nyata
Ingat, kehidupanmu yang paling nyata dan berdampak terjadi di luar layar. Jangan biarkan persona digitalmu merusak hubungan dan tanggung jawabmu di dunia nyata.
Sebagai remaja, kamu memiliki kekuatan untuk membentuk budaya internet. Gunakan smartphone-mu sebagai alat untuk memberkati, bukan untuk menghakimi. Jadilah terang di layar kecil. (MA)
"You have to be disciplined.
The secret of the process is to follow the process."
Nuseir Yassin (Nas Daily)
Ruang Kesehatan

“Rasanya penuh, sesak, dan tidak nyaman… kenapa ya?”
Pernahkah kamu merasa perut terasa membesar, penuh, dan sesak walaupun tidak makan terlalu banyak? Sensasi ini dikenal dengan istilah perut kembung, dan bisa dialami siapa saja. Meski sering dianggap masalah ringan, perut kembung yang sering muncul bisa menjadi tanda adanya gangguan pada sistem pencernaan atau pola makan yang kurang tepat. Mari kita bahas lebih dalam!
Apa Itu Perut Kembung?
Perut kembung adalah kondisi di mana perut terasa penuh dan membesar karena adanya penumpukan gas di saluran pencernaan. Kondisi ini biasanya disertai rasa tidak nyaman, sendawa berlebihan, atau perut terasa keras saat ditekan.
Penyebab Umum Perut Kembung
Kapan Harus Waspada?
Meskipun umumnya tidak berbahaya, perut kembung yang sering terjadi juga bisa menjadi tanda dari:
Segera periksakan ke dokter jika perut kembung disertai nyeri hebat, muntah, atau demam.
Cara Mengatasi Perut Kembung
Tips Pencegahan Perut Kembung
Refleksi Rohani: Hati yang Damai Membantu Tubuh Tetap Sehat
Kesehatan pencernaan ternyata juga dipengaruhi oleh kondisi hati dan pikiran. Stres, rasa cemas, atau kemarahan yang berlarut-larut dapat mengganggu fungsi tubuh. Firman Tuhan mengingatkan kita:
“Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.”
Amsal 17:22
Ketika hati kita dipenuhi damai sejahtera dari Tuhan, tubuh pun ikut merasakan manfaatnya. Jadi, selain menjaga pola makan, mari kita jaga hati tetap bersyukur dan bersukacita setiap hari. (MA)
“Perut tenang, hati pun senang.”
Ruang Kesaksian

"Tuhan adalah gembalaku,
takkan kekurangan aku."
Mazmur 23:1 (TB)
Perkenalkan nama saya Meygy, pada kesempatan ini saya ingin menyaksikan cinta kasih kebaikan Tuhan yang terjadi dalam hidup saya. Pada bulan Mei 2021 saya divonis oleh dokter mengidap kanker payudara. Berawal ketika saya menemukan benjolan disekitar payudara dan ketiak. Mengetahui hal ini saya kaget, takut dan kuatir jadi satu. Saya ceritakan kepada suami, namun beliau mengatakan, “tenang saja nanti juga sembuh sendiri.”
Saya menduga terindikasi kanker berdasarkan dari informasi yang saya dapat mengenai penyakit ini. Kekuatiran yang timbul membuat pikiran saya tidak menentu, karena saya tahu bahwa penyakit kanker adalah penyakit yang mematikan. Jujur saya takut mati di usia muda, dan saya juga belum siap meninggalkan anak saya yang masih balita. Apalagi anak ini yang kami tunggu kehadirannya hampir 10 tahun lamanya.
Sejak itu hati saya dipenuhi rasa takut, sedih, kuatir, pikiran saya tidak menentu…. saya berdoa, berteriak kepada Tuhan. Hingga pada suatu hari Bapak Gembala kami di GBI Tebet, Mickey Kambey menanyakan kabar saya. Saya menceritakan apa yang saya alami, ketakutan dan kekuatiran juga diagnosa tentang penyakit kanker. Lalu saya didoakan.
Pada saat berobat, saya diminta untuk biopsi, sementara menunggu hasilnya siang itu saya digerakan Tuhan untuk mengambil waktu memuji, menyembah Tuhan dan berdoa dengan tiada henti, air mata tetus mengalir minta mujjzat Tuhan terjadi.
Saya menaikan pujian yang telah menjadi rhema dihati saya yaitu: “Engkau Gembala Yang Baik”. Melalui pujian tersebut saya begitu dikuatkan. Tuhan seakan berbicara kepada saya bahwa Dia selalu menyertai saya. Dalam doa saya berseru kepada Tuhan: “Jika benar saya kena kanker, saya akan siap Tuhan dengan ikhlas dan bersedia mengikuti seluruh pengobatan yang dokter sarankan, asalkan Tuhan tidak meninggalkan saya sendirian.”
Beberapa hari kemudian hasil biopsi keluar dan saya diminta untuk ke rumah sakit. Dalam perjalanan saya berdoa lagi kepada Tuhan: “Ya Tuhan, terima kasih untuk kado spesial di bulan Mei ini, tetapi apabila saya boleh memohon satu tanda lagi, bila Tuhan beserta dengan saya."
Selesai berdoa, saya melihat kearah langit yang nampak di awan seperti malaikat dengan sayapnya sedang memeluk saya, di situ saya percaya bahwa Tuhan menyertai saya dan tanpa sadar air mata saya mengalir merasakan hadirat Tuhan dan damai sejahtera.
Saya bersyukur kepada Tuhan: “Terima kasih Tuhan, sungguh Engkau menyertai saya!” Setibanya di rumah sakit dokter memberikan hasil biopsi, hasilnya kanker payudara stadium 3 ganas. Mendengar kabar itu hati saya sudah siap dan lebih kuat menerima keadaan yang ada. Saya percaya bahwa Tuhanlah yang memberi saya kekuatan.
Untuk lebih menyakinkan, saya juga memeriksakan kepada 3 dokter di rumah sakit yang berbeda. Ketika semua dokter menyatakan hasil yang sama, saya mulai menjalankan pengobatan yang disarankan. Pengobatan dilakukan dengan operasi masektomi dan proses kemoterapi.
Tidak henti-hentinya dukungan doa dari keluarga besar, para pendoa syafaat dan rekan-rekan pelayanan di gereja. Saya merasakan benar-benar Tuhan sangat mengasihi saya, saya tidak merasa sendirian dalam melewati semuanya ini.
Banyak mujizat yang saya alami selama menjalani operasi dan juga kemoterapi, bahkan suster dan pasien lainnya pun merasa heran karena melihat saya sehat; tidak seperti orang yang sedang di kemo. Saya menjalani semua pengobatan dengan penuh sukacita karena satu pegangan saya yaitu Tuhan beserta dengan saya.
Banyak hal yang saya alami dalam sekolah kehidupan yang luar biasa ini; mulai ketika di PHK, anak yang masuk rumah sakit dan suami terpapar COVID-19, hingga yang terakhir saya mengalami sakit kanker. Rasanya bertubi-tubi masalah yang harus dihadapi, namun janji penyertaan-Nya memampukan saya untuk melewati semua yang terjadi. Iman saya terus bangkit dan semakin dikuatkan bahwa segala sesuatu yang saya alami pasti mendatangkan kebaikan bagi kemuliaan-Nya.
Puji Tuhan, jika dulu saya mendengar kesaksian orang lain, sekarang saya sendiri yang mengalami mujizat dari Tuhan. Tidak hanya dari kesembuhan namun saya mengalami pemulihan keluarga, keuangan dan hubungan dengan Tuhan semakin dipulihkan.
Percayalah dengan segenap hati, bila Tuhan sudah berjanji. Pegang janji Tuhan dengan penuh iman dengan terus bertekun dan mengandalkan Tuhan di dalam doa, sekalipun kita melewati proses yang sangat berat sekalipun.
Puji Tuhan, doa orang benar besar kuasanya. Setelah melakukan proses pengobatan dengan melakukan kemo sebanyak 6 kali, akhirnya saya dinyatakan sembuh dari sel kanker, semuanya bersih. Sungguh mujizat Tuhan boleh saya alami, saya boleh mengalami kesembuhan terlepas dari penyakit yang mematikan ini.
Tuhan Yesus baik, kini kesehatan saya semakin dipulihkan bahkan perekonomi keluarga terus diberkati. Tuhan juga mempercayai kami untuk membuka penggembalaan dan pelayanan bagi anak-anak sekolah minggu di daerah Cakung. Biarlah segala pujian, kemuliaan hanya bagi Tuhan.
Penanggung Jawab :
Pdm. Robbyanto Tenggala
We use cookies to enhance your experience. By continuing to visit this site, you agree to our use of cookies.
