Simak materi tersebut selengkapnya pada link berikut ini:
KUALITAS - BUKAN POPULARITAS
Ruang Remaja

"Segala sesuatu diperbolehkan.
Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna.
Segala sesuatu diperbolehkan.
Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun."
1 Korintus 10:23 (TB)
Kisah Bill Gates: Fokus Tunggal di Tengah Peluang yang Membludak
Di usia remaja, dunia terasa penuh dengan peluang: tugas sekolah, organisasi, hangout dengan teman, proyek sampingan, sampai hobi. Kita sering merasa tertekan untuk melakukan semua hal, yang justru membuat kita tidak fokus pada hal yang terpenting.
Kisah Bill Gates, pendiri Microsoft, mengajarkan kita kekuatan brutal dari fokus tunggal atau single-mindedness. Di masa-masa awal kariernya, ketika dunia komputasi pribadi baru saja meledak, Gates dan rekannya, Paul Allen, menghadapi tekanan luar biasa untuk melakukan banyak hal sekaligus: menciptakan perangkat keras, membuat software untuk berbagai platform, dan mengejar setiap peluang bisnis yang ada.
Gates mengambil keputusan yang strategis dan seringkali brutal: mengatakan tidak pada sebagian besar peluang yang menggiurkan. Ia membuat aturan keras: fokus tunggal Microsoft adalah membuat software, khususnya sistem operasi (Operating System/OS).
Keputusan ini membuat banyak pihak mengkritiknya karena ia "melewatkan uang" dari bisnis lain. Namun, karena fokus Gates yang tidak terbagi, Microsoft mampu mencurahkan semua energinya untuk menguasai pasar OS dan kemudian perangkat lunak perkantoran (Microsoft Office).
Gates membuktikan bahwa sukses bukanlah tentang melakukan 1.000 hal dengan 1% usaha (semua diizinkan), tetapi tentang melakukan 1 hal dengan 100% usaha (yang membangun dan berguna). Ia memilih prioritas yang abadi (menguasai software), mengabaikan gangguan sesaat (peluang hardware).
Relevansi dengan Alkitab: Mengutamakan yang Berguna
Kisah fokus Bill Gates adalah penerapan praktis dari prinsip yang diajarkan Paulus dalam 1 Korintus 10:23:
”Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. ”Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.”
Sebagai remaja, kita memiliki "izin" untuk melakukan hampir semua hal. Kita bisa menghabiskan waktu berjam-jam di media sosial, kita bisa tergabung dalam lima organisasi sekaligus, atau kita bisa mengejar setiap trend yang ada. Namun, di antara semua pilihan yang "diizinkan" ini, Paulus meminta kita untuk menjadi bijaksana dalam memilih:
1. Apakah itu Berguna (Helpful)?
Apakah aktivitas ini mendukung tujuan utamaku (rohani, akademis, karakter)?
2. Apakah itu Membangun (Constructive)?
Apakah kegiatan ini membangun diriku atau orang lain, atau hanya membuang-buang waktu dan energi?
Ketika kamu merasa stres atau kewalahan, itu adalah sinyal bahwa kamu mungkin melakukan terlalu banyak hal yang "diizinkan" tetapi tidak "membangun" atau "berguna". Natal dan Tahun Baru adalah pengingat bahwa hidup harus fokus pada inti: Yesus Kristus.
Apa yang Bisa Kita Pelajari?
1. Lakukan Audit Waktu (The 'Gates' Filter)
Ambil buku catatanmu. Bagi kegiatanmu menjadi tiga kolom: 1) Penting & Membangun, 2) Boleh tapi Tidak Membangun, 3) Buang-buang Waktu. Kurangi Kolom 2 dan 3 secara drastis.
2. Katakan "Tidak" Tanpa Rasa Bersalah
Belajarlah untuk menolak permintaan atau peluang yang mengganggu fokus utamamu. Integritasmu terletak pada kemampuanmu untuk menjaga batasan.
3. Prioritas Rohani Utama
Tetapkan waktu doa dan membaca Firman sebagai prioritas non-negosiabel harianmu. Inilah fondasi yang akan membuat semua area hidup lainnya menjadi lebih "berguna" dan "membangun."
4. Fokus pada Kualitas, Bukan Kehadiran
Lebih baik fokus pada satu atau dua organisasi dan memberikan 100% kontribusi, daripada hadir di lima tempat tanpa dampak nyata.
Sebagai remaja, kamu hanya punya waktu 24 jam sehari. Gunakan waktu itu secara sengaja. Pilih apa yang membangun dan mengarahkanmu pada tujuan yang lebih besar, bukan sekadar apa yang sedang viral atau menyenangkan sesaat. (MA)
"The first rule of any technology used in a business is that
automation applied to an efficient operation will magnify the efficiency.
The second is that automation applied to an inefficient operation
will magnify the inefficiency."
Bill Gates
Dunia Kita

Ketika mendengar kata "air terjun", kita membayangkan aliran air yang jatuh dari tempat tinggi menuju ke bawah karena gravitasi. Tapi tahukah kamu, ada fenomena alam yang sangat langka dan mengejutkan: air terjun yang justru mengalir ke atas!
Fenomena ini memang nyata dan terjadi di beberapa tempat di dunia. Air yang seharusnya jatuh ke bawah malah terhempas naik ke atas, seolah-olah sedang melawan hukum alam. Kok bisa?
Fenomena Alam Langka: Updraft yang Kuat
Fenomena air terjun mengalir ke atas disebabkan oleh angin kencang vertikal (updraft) yang bertiup dari bawah ke atas dengan kekuatan besar. Ketika air terjun jatuh, aliran air yang ringan langsung tertiup balik ke atas oleh angin tersebut. Akibatnya, air tidak sempat menyentuh dasar jurang atau sungai, melainkan terlempar ke atas dan menyebar seperti kabut atau hujan horizontal.
Fenomena ini tidak terjadi setiap saat, hanya ketika kondisi cuaca sangat spesifik, seperti:
Lokasi-Lokasi yang Pernah Mengalaminya
Beberapa lokasi di dunia yang terkenal dengan fenomena air terjun mengalir ke atas adalah:
Lebih dari Sekadar Ilusi
Meskipun terlihat seperti efek film fiksi ilmiah, fenomena ini benar-benar bisa dilihat langsung oleh mata. Bahkan banyak wisatawan rela mendaki gunung atau menunggu badai demi menyaksikan peristiwa unik ini.
Namun, penting untuk dicatat bahwa fenomena ini tidak berlangsung lama dan tidak selalu bisa diprediksi. Kadang hanya terjadi dalam beberapa menit, lalu hilang seiring perubahan arah angin.
APA KATA ALKITAB?
“Berhentilah dan perhatikanlah keajaiban-keajaiban Allah.”
Ayub 37:14
Air terjun yang mengalir ke atas adalah salah satu contoh keajaiban ciptaan Tuhan yang sering luput dari perhatian. Ia menciptakan hukum alam, dan kadang membiarkan kita menyaksikan sesuatu yang menantang pemahaman kita—agar kita tahu, kita belum tahu segalanya.
KESIMPULAN
Air terjun yang mengalir ke atas bukan hanya menarik untuk ditonton, tapi juga menjadi bukti bahwa alam semesta ini penuh dengan misteri yang belum terpecahkan. Keunikan ini mengajarkan kita bahwa keajaiban tidak selalu datang dalam bentuk yang besar—kadang cukup membuka mata saat angin datang bertiup.
Jadi, kalau kamu sedang merasa hidupmu seperti “melawan arus”, ingatlah: bahkan air pun bisa mengalir ke atas, kalau Tuhan yang meniupkan angin ke arahmu. (MA)
Ruang Kesaksian

Perkenalkan nama saya Angel Pangandaheng. Saya tinggal di dusun Sompiro; salah satu desa di pantai utara Sulawesi Utara. Umur saya 26 tahun sekarang saat membagikan kesaksian ini. Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang penyertaan Tuhan Yesus yang sangat baik atas hidup saya.
Semua berawal dimana saya sangat sibuk dengan aktifitas saya. Setiap hari minggu pagi saya harus ke gereja untuk pelayanan anak sekolah minggu, dan setiap hari senin sampai sabtu saya mengikuti kegiatan cari dana untuk biaya youth gereja mengikuti Jambore (perkemahan) Youth GBI se-Sulawesi Utara, dan saya juga bekerja sebagai Petugas Pemungutan Suara di desa Sompiro. Selain itu saya juga berbisnis ikan segar, dimana saya harus mengantarkan tiap pesanan ikan dan jaraknya lumayan jauh dari rumah.
Saya berpikir bahwa yang terpenting saya sudah melayani di gereja, maka hubungan saya dengan Tuhan akan baik-baik saja, tetapi saya lupa memberikan waktu khusus saya buat Tuhan Yesus secara pribadi.
Pada hari Jumat tanggal 9 Juni 2023, saya sempat sharing dengan sepupu saya. Saya berkata, bahwa saya sudah sangat lelah dengan keadaan saat ini, karena harus bekerja di desa, pelayanan anak sekolah minggu dan youth gereja, sementara saya juga harus mengantarkan pesanan ikan yang yang jaraknya berkilo-kilo meter dari rumah. Saya berkata, "Ingin sekali istirahat di rumah tanpa memikirkan apapun."
Dan Tuhan menjawab keinginan saya itu, namun dalam cara yang sama sekali tidak saya harapkan. Tepat pada keesokan harinya tanggal 10 Juni 2023 dalam perjalanan pergi bekerja, saya mengalami kecelakaan dengan teman saya. Kepala saya terbentur dengan keras, kemudian kondisi saya kejang-kejang ditempat, serta mengeluarkan busa dari mulut, mengeluarkan darah dari telinga. Kemudian saya dilarikan ke rumah sakit terdekat dalam kondisi yang parah. Saya muntah darah sebanyak 3 (tiga) kantong kresek dan juga keluar darah dari hidung dan telinga. Melihat hal itu saya di rujuk ke Rumah Sakit Daerah di Gorontalo hari Sabtu sore.
Karena besoknya hari Minggu, maka tidak ada penanganan yang lebih lanjut, sehingga saya harus menunggu sampai hari Senin untuk pengobatan yang lebih lanjut.
Pada hari Senin dokter menyarankan untuk melakukan CT Scan kepala saya. Hasil CT Scan menyatakan bahwa saya mengalami pendarahan otak yang parah, dan tengkorak kepala saya pecah. Saya harus segera di operasi. Awalnya jadwal operasi akan dilakukan pada keesokan harinya jam 8 malam, tetapi setelah melihat kondisi saya yang sangat parah maka operasi di lakukan jam 8 pagi dan selesai jam 4 sore, Puji Tuhan! Atas penyertaan Tuhan Yesus operasi berjalan lancar dengan meninggalkan 60 (enam puluh) jahitan. Kemudian saya langsung sadar dan menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.
Ketika dalam perawatan saya selalu berteriak kesakitan karena beberapa hal, seperti penyuntikan obat-obatan dan pencabutan selang pembuangan darah dari dalam kepala, Belum lagi penciuman saya hilang total dan saya tidak bisa mencium bau apapun, sehingga saya berjanji tidak mau lagi menyentuh meja operasi.
Setelah 1 bulan lebih di rawat d Rumah Sakit Daerah, akhirnya saya bisa keluar dari rumah sakit dengan kondisi yang lebih baik.
Jarak Rumah Sakit Daerah dari rumah kami sangat jauh, dan keterbatasan ekonomi kami mengakibatkan saya tidak pernah kontrol ke dokter di Rumah Sakit Daerah tersebut. Hanya beriman kepada Tuhan Yesus, bahwa saya akan baik-baik saja.
Awalnya saya sangat senang sekali karena bisa sembuh, tetapi intimidasi yang saya rasakan sangat berat, melihat kondisi saya dengan kepala botak dan tidak bisa melakukan aktifitas berat seperti olahraga volley yang merupakan hobi saya sejak kecil, mengakibatkan saya sangat frustasi dan tidak bisa menerima keadaan saya tersebut. Belum lagi saya sangat trauma mengendarai sepeda motor.
Empat bulan setelah selesai operasi saya mulai kembali melakukan aktifitas seperti biasa. Saya memakai wig karena saya sangat malu dengan kepala botak saya, Jadi wanita botak dalam usia 25 tahun sungguh sangat membuat saya tertekan, dan sulit untuk berdamai degan keadaan tersebut. Namun saat itu saya berusaha untuk berdamai dan membangkitkan kepercayaan diri saya.
Di tahun 2024 saya sudah melakukan aktifitas berat, mengemudikan mobil dengan jarak yang jauh, menari tarian rebana di gereja, dan kembali bekerja seperti sebelum kecelakaan, karena saya anggap diri saya sudah sehat 100%. Semua ini membuat kepercayaan diri saya kembali seperti dulu, sehingga awal tahun 2024 saya memantapkan diri untuk mengikuti pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil dengan tujuan agar saya bisa memulihkan perekonomian keluarga kami. Sejak awal tahun saya sudah belajar dengan serius dan saya sudah membayar untuk ikut Bimbel Online tentang Calon Pegawai Negeri Sipil dan semua ini membuat saya sangat yakin kalau saya pasti lulus ujian Calon Pegawai Negeri Sipil.
Bulan Agustus 2024, kepala saya mulai sakit lagi; semakin hari sakitnya makin sering dan saya tidak mampu menanggung sakit itu. Mengingat kondisi keuangan keluarga, saya hanya minum obat dari warung, karena saya sudah menunggak iuran BPJS sehingga sudah tidak bisa menggunakan fasilitas tersebut.
Pada tanggal 8 Oktober 2024 Tuhan mempertemukan saya dengan hamba- hamba Tuhan di waktu yang tepat; di waktu yang tidak pernah terpikirkan oleh saya. Kedatangan hamba- hamba Tuhan adalah untuk membagi berkat untuk gereja kami, tetapi Tuhan mengaturnya sehingga saya bisa berbincang langsung dengan beliau tentang kecelakaan yang saya alami. Hamba Tuhan tersebut langsung menyuruh saya untuk melakukan pemeriksaan kembali hasil operasi yang lalu dan membantu pembiayaannya. Awalnya saya berpikir untuk menolaknya karena takut membebani, tetapi pada malam tanggal 10 oktober 2024, kepala saya sakit lagi dan sakitnya makin parah, maka saya memutuskan untuk menerima bantuan hamba Tuhan tersebut. Pada malam itu juga tunggakan BPJS saya dilunasi, dan esok harinya pada tanggal 11 Oktober saya berangkat ke Manado untuk melanjutkan pengobatan. Di Menado kami ditampung oleh sebuah keluarga hamba Tuhan.
Tanggal 14 Oktober 2024 saya menjalani CT scan, dan pada tanggal 15 Oktober hasilnya keluar dan ternyata saya harus di operasi kembali untuk penutupan tengkorak kepala.
Hasil pemeriksaan ini merupakan petir di siang hari, saya sangat kaget dan shock, mengingat apa yang saya alami waktu operasi pertama. Saya berusaha kuat di depan mama; dari RS saya tidak berbicara apa-apa, saya tahan dan saya berdoa terus ke Tuhan Yesus agar memberi kekuatan. Setelah tiba di rumah, saya langsung masuk kamar dan menangis sekuat-kuatnya tanpa bisa berkata apapun. Sambil menangis saya berusaha untuk tetap bersyukur. Setiap hari mata saya selalu bengkak sambil menunggu jadwal operasi. Tetapi Tuhan Yesus baik sekali memberikan orang-orang yang tepat diwaktu yang sangat tepat. Setiap hari seorang hamba Tuhan menguatkan saya dengan firman Tuhan. Tidak sampai disitu; ketika ketemu dokter untuk mengambil jadwal operasi, dokter menunjukan contoh alat yang akan di pasang di kepala; entah apa namanya, yang pastinya itu membuat saya terpuruk lagi, sehingga saya penuh dengan pertanyaan kepada Tuhan:
"Apakah saya di hukum? ",
"Mengapa harus saya yang alami semua ini? "
"Apakah saya masih ciptaan Tuhan atau ciptaan manusia?"
"Apakah Tuhan marah kepada saya?"
"Apakah pelayanan saya selama ini tidak cukup?"
Dan banyak sekali pertanyaan yang berkecamuk di pikiran saya. Dalam perjalanan pulang dari rumah sakit saya menangis terus. Rasanya semua jalan buntu. Saya tidak mau menerima keadaan tersebut, saya tidak mau di operasi, saya tidak mau merasakan sakit seperti dulu, saya marah ke Tuhan, saya rasa Tuhan tidak adil.
Belum lagi mengingat dengan jadwal ujian Calon Pegawai Negeri Sipil saya yang akan dilaksanakan pada tanggal 21 Oktober 2024, sedangkan jadwal operasi saya akan di laksanakan pada tanggal 24 Oktober 2024, padahal saya sudah belajar dan persiapkan diri saya untuk ujian masuk Calon Pegawai Negeri Sipil tersebut.
Kemudian saya curhat kepada hamba Tuhan tersebut, "kenapa saya yang Tuhan pilih? Sedangkan Tuhan tahu saya tidak mampu." Kemudian beliau mengingatkan saya tentang yang di alami Ayub, semua yang Ayub alami ternyata lebih berat dari apa yang saya alami. Dan semua yang Ayub alami tidak pernah terlepas dari rancangan Tuhan. Kisah tersebut membuat saya sadar tentang siapa diri saya dan untuk apa saya alami semua ini, akhirnya saya memutuskan untuk berdamai dengan keadaan tersebut, sehingga saya kembali bersemangat dan memutuskan untuk tetap menjalani operasi.
Pada tanggal 23 Oktober 2024 saya sudah masuk dan menjalani persiapan operasi, mulai dari pengambilan darah, rontgen, foto dada, rekam jantung, dan pemotongan rambut saya sampai botak licin. Semua saya lakukan tanpa ada air mata, dan saya tetap percaya bahwa Tuhan akan menyertai saya untuk semua yang saya alami.
Dan pada 24 Oktober 2024 saya menjalani operasi, dari jam 2 siang sampai jam 7 malam. Setelah saya sadar dari bius, disitu saya tahu kalau saya menang melawan intimidasi iblis dan lebih siap untuk mejalankan setiap proses pengobatan selanjutnya.
Dua hari saya di ICU degan progres kesehatan yang sangat baik, sehingga saya di turunkan ke ruang rawat inap. Begitu juga waktu di ruang rawat inap, kondisi saya cepat sekali membaik sehingga saya dapat cepat keluar dari rumah sakit. Saya merasakan kalau operasi kedua ini tidak sesakit operasi pertama. Semakin hari saya semakin di pulihkan oleh Tuhan Yesus dan saya bangga mengalami semua ini karena lewat pengalaman tersebut, Tuhan sedang menyatakan kuasa dan penyertaan-Nya. Semua ini menjadi kesaksian hidup saya kepada semua orang, agar semua yang mendengar tentang kisah saya bisa tahu kalau Tuhan Yesus tidak pernah meninggalkan kita dalam kondisi apapun, dan waktu Tuhan pasti yang terbaik.
Setelah beberapa hari saya pulang dari rumah sakit, tiba-tiba saya tersadar kalau saya mengalami mukjizat Tuhan, yaitu penciuman saya yang hilang waktu operasi pertama telah di kembalikan oleh Tuhan Yesus, sehingga saya bisa mencium bau lagi. Semuanya karena Tuhan Yesus Baik. Dia menyertai saya dalam sepanjang perjalanan hidup saya; sejak terjadinya kecelakaan tersebut sampai dengan hari ini; bahkan sampai seumur hidup saya.
events
events
events
events
events
Penanggung Jawab :
Pdm. Robbyanto Tenggala
We use cookies to enhance your experience. By continuing to visit this site, you agree to our use of cookies.
