YESUS, ALLAH YANG BESERTA KITA

Posted by Admin 2025-12-19

blog-post-image

Sharing Supplemen COOL Desember 3 2025

Yesus, Allah yang Beserta Kita
“Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel.” (Yang berarti: Allah beserta kita.)”
Matius 1:23 TB2

 

Kelahiran Kristus ke dunia adalah kabar sukacita yang tetap berkumandang selama berabad-abad. Bayangkan, Allah yang Maha Kuasa, datang ke dunia menjelma sama dengan kita manusia, namun Dia tidak seperti kita yang penuh dosa, Dia mulia dan tanpa noda, dan Dia berjalan diantara umat-Nya. Kelahiran Yesus Kristus menjadi bukti nyata bahwa Tuhan yang kita sembah adalah Allah yang rindu berada ditengah umat-Nya. Setiap kali kita merayakan Natal, kerinduan Allah yang ingin berada diantara kita inilah yang harus kita diingat dan kita beritakan.

1. Allah rindu beserta dengan kita sejak dunia diciptakan dan berpuncak pada kedatangan-Nya  sebagai manusia di dunia.
Ketika melihat bahwa sejak manusia ada, Allah selalu ingin berada bersama dengan manusia. Kejadian 3:8 jelas menunjukkan bahwa Allah tidak jauh dari Adam dan Hawa di Taman Eden. Kita juga melihat bagaimana Allah bersama dengan Abraham dan menyertai Dia. Allah bersama dengan Ishak, Yakub dan bangsa Israel. Allah menyatakan kehadiran-Nya melalui tabut perjanjian, yang Daud letakkan di tengah-tengah kota Yerusalem sebagai lambang keberadaan-Nya di tengah-tengah umat-Nya. Masih begitu banyak bukti dari kisah dan narasi di Perjanjian Lama yang menunjukkan Allah selalu ingin beserta umat-Nya, sekalipun umat-Nya seringkali tidak menunjukkan keinginan maupun respon yang sama dengan keinginan Allah.

Puncak dari kerinduan Allah berada diantara kita adalah bahwa Anak-Nya yang Tunggal, Tuhan kita, Yesus Kristus, datang ke dunia menjadi sama dengan kita manusia. Kepada Yusuf, malaikat Tuhan datang kepadanya dan memberitahu bahwa bayi yang dikandung oleh Maria, tunangan Yusuf, tidak lain dan tidak lain adalah Imanuel, yaitu Allah yang beserta kita umat-Nya. Haleluya! Kita semua tahu harga apa yang kelak akan Tuhan Yesus bayar untuk memastikan kita ada di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam kita. Penderitaan-Nya sesungguhnya dimulai dari palungan di Bethlehem dan berujung di Golgota. Tuhan kita jalani itu semua, agar Dia ada dalam kita dan kita dalam Dia.

Dengarkanlah doa mulia dari Yesus untuk murid-murid-Nya dan kita semua: “Bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang yang peraya kepada-Ku melalui pemberitaan mereka, supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya bahwa Engkaulah yang mengutus Aku.” (Yoh. 17:20-21 TB2). Sadarkah saudara betapa rindunya Tuhan beserta dengan kita dan kita beserta-Nya?

2. Kedatangan-Nya yang pertama, membuka jalan bagi kehadiran Roh Kudus dalam hidup kita.
Setelah kebangkitan-Nya, Tuhan Yesus naik ke surga dan dari sana Yesus dan Bapa mengutus Roh Kudus, yaitu Roh Allah itu sendiri, untuk bersemayam dalam diri orang-orang yang menerima keselamatan dan percaya kepada-Nya. Kepada kita yang percaya, baptisan Roh Kudus dengan tanda awal berbahasa Roh, tersedia. Yesus berkata dalam Yohanes 16:7 TB2, “Tetapi, benar yang Kukatakan ini kepadamu: Lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab, jikalau Aku tidak pergi, Penolong itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.”

Perhatikan bahwa Penolong yang dimaksud adalah Roh Kudus, dan Penolong ini adalah “Dia” (huruf D besar) yang artinya adalah Allah; pribadi ketiga dari Allah Tritunggal, yang diutus Bapa dan Tuhan Yesus keapda kita. Roh Kudus yang sama yang bekerja dalam dan bersama Yesus, Roh yang sama yang membangkitkan Dia dari kematian, sekarang tercurah bagi kita. Paulus menegaskan bahwa Roh Kudus pun dapat dikatakan sebagai Roh Yesus, dalam Galatia 4:6 TB2, “Karena kamu adalah anak, Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru, “Ya Abba, ya Bapa!””.

Dengan kehadiran Roh Kudus di dalam hidup kita, maka penyertaan Allah (Imanuel) tetap berlaku sampai saat ini. Allah beserta dengan kita bukan hanya suatu peristiwa di masa kehidupan Yesus saja di dunia, tetapi tetap berlaku sampai hari ini dengan kehadiran Roh Kudus dalam diri orang percaya. Allah tetap beserta dengan kita. Haleluya! Pertanyaan utama yang harus kita ajukan kepada diri kita hari: kalau Allah tetap setia dan rindu selalu beserta dengan kita, apakah kita juga mau menunjukkan sikap dan kerinduan hati yang sama? Mau kita juga tetap bersama dengan Dia dalam segala hal dan melewati suka-dukanya hidup di dunia ini? Tuhan Yesus mengerti pergumulan hidup sebagai manusia; Dia pernah menjalaninya.

Roh Kudus pun mengerti tantangan hidup kita, karena Dia bersama dengan kita. Mari di masa Natal ini kita memperbaharui komitmen kita untuk selalu beserta dengan Allah. Amin. (CS).

 

Gembala dan Para Wakil Gembala GBI Jl.Jend.Gatot Subroto, Jakarta dan seluruh jajaran Sub-Divisi Pembinaan COOL serta Divisi Penggembalaan II, mengucapkan Selamat Natal 2025! Tuhan Yesus memberkati kita semua dengan damai dan sukacita berlimpah-limpah Bahwasanya kasih setia-Nya untuk selama-lamanya. Amin!