TAKLUKAN KESOMBONGAN

Posted by Admin 2025-05-12

blog-post-image

Shalom!

Kita hari-hari ini sedang bergerak untuk menuai, seperti yang sering kita dengar, penuaian punya korelasi dengan peperangan rohani dan goncangan. Firman Tuhan katakan dalam Yeremia 9:23-24 Beginilah firman TUHAN: "Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN”.

Firman-Nya, janganlah bermegah tentang apapun, baik atas kebijaksanaan, kekuatan, kekayaan atau apapun juga. Tetapi biarlah kita fokus pada memahami dan mengenal Tuhan dalam hidup kita, tentang kasih setiaNya, keadilanNya dan kebenaranNya. Inilah yang Tuhan sukai. Hidup menyenangkan hati Tuhan. kerendahan hati, tidak bermegah, dan tidak sombong, itu penting dan perlu kita miliki dalam peperangan rohani agar alami penuaian.

Biar perkenanan Tuhan ada dalam hidup kita, yaitu jika kita rendah hati, kita harus taklukkan kesombongan. Ciri-ciri orang sombong antara lain kurang mampu menjalin hubungan yang baik dengan orang di sekitarnya,  menghargai diri sendiri secara berlebihan, tidak suka jika diberi nasehat, meremehkan orang lain, tidak menghargai pendapat orang lain, dan menolak kebenaran. 

Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi.” - Matius 13:24-25. “Waktu semua orang tidur” adalah menggambarkan cara kerja iblis yang licik dan sembunyi - sembunyi dan jahat, dia bertindak ketika dia tidak terlihat. Benih palsu yang ditaburkan iblis itu digambarkan dengan lalang.  Jika kita tidak menjaga hati, tanpa sadar, secara tersembunyi, terselubung tidak terlihat seperti cara kerja iblis menabur benih lalang maka benih kesombongan dapat iblis tabur dalam pikiran dan hati kita.  

 

Cara menjaga agar tetap rendah hati, tidak ada benih kesombongan:

  1. Sadar dan berjaga: begitu benih itu ada, langsung dicabut.
  2. Rajin menyelidiki hati dan pikiran kita.
  3. Pelihara benih kerendahan hati.
  4. Selalu perkatakan semua hanya oleh anugrah Tuhan.
  5. Jaga pikiran, mulut dan perkataan agar tidak membandingkan diri dengan orang lain.

Raih kemenangan demi kemenangan saat godaan, ujian untuk benih kesombongan ditabur oleh iblis, kedagingan kita, dunia/ orang disekeliling kita. Yohanes 3:3 “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil”. Taklukkan ego kesombongan agar menang dalam peperangan rohani.

 

Yakobus 4:6-7 katakan “Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati. Tunduklah kepada Allah lawanlah iblis, maka iblis akan lari dari padamu.”

Dengan kita rendah hati, maka saat kita tunduk pada Allah dalam peperangan rohani kita lakukan untuk meraih penuaian, kemenangan Tuhan berikan. Iblis akan lari saat kita lawan, kemenangan merebut jiwa-jiwa, menuai buah Roh Kudus dan berkat dalam segala hal akan kita dapatkan. Bersiap terus berperang dan raih kemenangan gilang gemilang dalam tahun penuaian dengan menjaga sikap hati rendah hati. Salam Penuaian! Maranatha! (IK)