PENSIL PENDEK DI ATAS MEJA SEKOLAH
Posted by Admin 2026-05-29
“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga…”
— Filipi 4:6a (TB)
Kisah Pensil yang Hampir Dibuang
Di sebuah ruang kelas sederhana, terdapat berbagai alat tulis yang tersimpan di atas meja seorang anak kecil. Ada penghapus baru yang bersih, pulpen warna-warni, dan pensil-pensil panjang yang masih runcing. Di antara semuanya, ada sebuah pensil kecil yang sudah sangat pendek. Badannya penuh bekas gigitan dan ujungnya hampir habis.
Pensil kecil itu merasa malu setiap kali melihat alat tulis lain dipakai. Ia berpikir dirinya sudah tidak berguna lagi. “Aku terlalu pendek. Sebentar lagi aku pasti dibuang,” pikirnya sedih.
Suatu hari, anak kecil itu mengikuti lomba menggambar di sekolah. Semua alat tulis baru dipersiapkan di atas meja. Pensil kecil hanya tergeletak diam di sudut kotak pensil, merasa dirinya tidak akan dipilih.
Namun saat lomba dimulai, anak itu justru mengambil pensil kecil tersebut. Tangannya memegang pensil itu erat-erat karena bentuknya sudah pas di genggaman. Dengan pensil kecil itu, ia mulai menggambar gunung, sungai, pepohonan, dan langit yang indah.
Pensil kecil terkejut. Ia tidak menyangka dirinya masih bisa dipakai membuat sesuatu yang begitu berarti. Meskipun tubuhnya sudah pendek dan penuh goresan, ia tetap mampu menghasilkan gambar yang indah di tangan pemiliknya.
Ketika lomba selesai, gambar anak itu memenangkan juara pertama. Anak kecil tersebut tersenyum bangga sambil menyimpan kembali pensil kecil itu dengan hati-hati.
Saat itulah pensil kecil menyadari sesuatu. Nilainya bukan ditentukan oleh penampilannya, tetapi oleh tujuan yang masih bisa ia kerjakan.
Relevansi dengan Alkitab: Tuhan Melihat Nilai dalam Hidup Kita
Sering kali kita merasa kecil, biasa, dan tidak sepenting orang lain. Kita melihat kekurangan diri sendiri lalu berpikir bahwa hidup kita tidak berarti. Padahal Tuhan tidak menilai kita berdasarkan penampilan luar, kepopuleran, atau kemampuan yang terlihat hebat di mata manusia.
Tuhan dapat memakai hidup sederhana untuk melakukan hal besar. Sama seperti pensil kecil yang tetap dipakai menghasilkan gambar indah, demikian juga Tuhan dapat memakai hidup kita menjadi berkat bagi banyak orang.
Menjadi murid Kristus yang tangguh berarti tetap percaya bahwa hidup kita berharga di tangan Tuhan, sekalipun dunia memandang kita kecil.
Apa yang Bisa Kita Pelajari?
- Tuhan tidak melihat kita seperti dunia melihat kita.
- Hidup sederhana tetap dapat dipakai Tuhan.
- Jangan minder dengan kekurangan diri sendiri.
- Murid Kristus yang tangguh tetap percaya bahwa Tuhan punya tujuan bagi hidupnya.
Sebagai anak muda, mungkin kita pernah merasa tidak sehebat orang lain atau takut dianggap tidak penting. Namun ingat, Tuhan tidak pernah menciptakan hidup tanpa tujuan. Saat hidup kita berada di tangan Tuhan, Ia dapat memakai kita untuk menghasilkan sesuatu yang indah. (MA).
“A small pencil can still create a beautiful masterpiece.”