PAKAI DATING APPS, SALAH NGGAK?
Posted by Admin 2026-09-10
Sekarang cari pasangan udah nggak sesusah dulu. Kalau dulu harus dikenalin teman, ketemu di kampus, tempat kerja, gereja, atau kebetulan kenalan di suatu tempat, sekarang tinggal download dating apps, bikin profil, lalu swipe. Kalau match, tinggal mulai ngobrol.
Tapi buat sebagian orang Kristen, dating apps bisa jadi dilema. Ada yang merasa nggak enak hati atau bahkan berpikir, “Kalau gue percaya Tuhan bakal kasih pasangan, kenapa gue masih harus cari lewat dating apps?”
Pertanyaan itu sebenarnya wajar. Tapi menurut gue, menggunakan dating apps nggak otomatis berarti kita kurang iman.
Percaya sama Tuhan bukan berarti kita harus pasif. Kita tetap boleh berusaha, berkenalan, membuka diri, dan mengambil kesempatan yang ada. Sama seperti ketika kita berdoa untuk mendapatkan pekerjaan, kita tetap perlu bikin CV, cari lowongan, kirim lamaran, dan ikut interview.
Begitu juga soal pasangan. Kita boleh berdoa, tapi kita juga boleh membuka kesempatan untuk bertemu orang baru.
Dating apps sebenarnya cuma sebuah media. Sama seperti kita bisa kenalan lewat Instagram, komunitas, teman, atau lingkungan kerja. Yang penting adalah bagaimana kita menggunakannya.
Masalahnya muncul ketika dating apps mulai jadi tempat kita mencari validasi. Ketika nggak ada yang swipe right, kita merasa nggak menarik. Ketika ada yang match, kita merasa berharga. Saat seseorang nggak membalas chat, kita langsung berpikir, “Apa gue kurang?”
Padahal, nilai diri kita nggak ditentukan oleh berapa banyak orang yang tertarik kepada kita.
Kalau mau menggunakan dating apps, tetap punya prinsip. Jangan karena ingin punya pasangan, kita akhirnya menerima perlakuan yang nggak pantas atau mengabaikan value yang penting buat kita. Kenali seseorang dengan pelan-pelan dan lihat bukan cuma dari foto atau chat yang manis, tapi juga dari karakter dan cara dia memperlakukan orang lain.
Dan satu hal lagi: nggak semua orang yang kita temui harus menjadi pasangan kita. Kita mungkin akan mengalami salah pilih, di-ghosting, atau ngobrol dengan seseorang yang ternyata nggak cocok. Itu bagian dari proses.
Jadi, pertanyaannya mungkin bukan, “Orang Kristen boleh nggak pakai dating apps?”
Tapi, “Gue pakai dating apps ini untuk apa?”
Kalau hanya untuk mencari validasi atau karena takut kesepian, mungkin kita perlu berhenti sebentar dan melihat hati kita. Tapi kalau kita menggunakannya untuk membuka kesempatan mengenal orang baru dengan tujuan yang baik, tetap punya batasan, dan tetap melibatkan Tuhan, nggak perlu merasa bersalah.
Kita bisa berdoa sambil berusaha. Kita bisa percaya pada timing Tuhan sambil tetap membuka diri terhadap kemungkinan baru. Karena yang kita cari bukan sekadar “match”, tapi seseorang yang bisa diajak bertumbuh, saling menghargai, punya value yang sejalan, dan serius menjalani hubungan.
Jadi, dating apps bukan otomatis tanda kurang iman. Bisa saja itu cuma salah satu cara Tuhan mempertemukan kita dengan orang baru. Yang penting, tetap bijak, jangan terburu-buru, dan jangan sampai keinginan punya pasangan membuat kita kehilangan prinsip. (MA).