KISAH TENTANG 12 WANITA

Posted by Admin 2026-09-28

blog-post-image

"Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau,
janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu;
Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau;
Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku
yang membawa kemenangan."

Yesaya 41:10 TB

Pada suatu waktu yang lampau, sebuah kapal uap Inggris mengalami hal buruk ketika kandas di pantai berkarang. Dalam keadaan gelap dan ganasnya lautan yang mengamuk, ada dua belas wanita yang memutuskan meningalkan kapal dan berlayar dengan perahu keselamatan. Gelombang yang ekstrem dan angin yang kuat langsung menghantam perahu mereka yang terpisah dari kapal yang kandas tersebut.

Tanpa dayung, mereka terombang-ambing di tengah lautan, dipaksa untuk mengandalkan angin dan gelombang sebagai penunjuk arah. Malam itu penuh ketakutan, namun di antara mereka ada seorang wanita yang memiliki pengharapan dan iman yang teguh. Lalu wanita ini menyanyikan sebuah lagu, “Holy Night”.

Dengan suara tenang dan yakin, wanita itu bernyanyi dan memanjatkan doa memohon perlindungan Tuhan. Dia memotivasi teman-temannya untuk mempercayai Tuhan, sambil mengisi malam yang suram dengan nyanyian-nyanyian penghiburan. Suaranya terdengar melintasi lautan yang gelap, menjadi sebuah terang di tengah kegelapan malam.

Malam berlalu, dan keesokan harinya, sebuah kapal kecil datang mencari orang-orang yang selamat. Pria di kapal itu pasti akan melewatkan wanita-wanita itu karena kabut tebal, jika saja tidak mendengar suara yang merdu dari wanita-wanita tersebut yang sedang menyanyikan nyanyian.

Tenteram melanda ketika kapal mendekati arah suara tersebut, dan pria itu akhirnya melihat perahu mereka yang terombang-ambing di lautan. Meskipun banyak yang hilang dalam malam yang menakutkan itu, kedua belas wanita yang percaya itu berhasil diselamatkan.

Pesan singkat yang terkandung dalam kisah ini adalah betapa Allah menggunakan berbagai cara untuk membuat diri-Nya dikenal, dan seringkali melibatkan umat-Nya atau orang-orang yang berserah kepada-Nya dalam proses tersebut. Wanita yang berserah kepada Tuhan di tengah kegelapan dan badai bukan hanya menjadi sumber ketenangan bagi dirinya sendiri, tetapi juga menjadi terang dan penghibur bagi yang lain.

Kisah ini mengajarkan bahwa setiap individu, dalam masa-masa kesendiriannya dengan Tuhan, dapat membangun hubungan pribadi yang kuat dan menjadi instrumen Tuhan untuk membawa terang di tengah-tengah kegelapan dunia.

Berserahlah kepada-Nya, seperti yang dilakukan oleh wanita dalam cerita ini. Hal itu bukan hanya berdampak kepada diri sendiri, lebih daripada itu bisa membawa dampak besar bagi orang-orang di sekitar kita. Amin. (MA)