KELUARGA ADALAH LADANG MISI PERTAMA KITA
Posted by Admin 2026-02-13
Sharing Supplemen Februari 2 2026
Keluarga adalah Ladang Misi Pertama Kita
“Tetapi, aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” Yosua 24:15b (TB2)
Ketika kita membicarakan perihal penginjilan, pemuridan, misi dan semacamnya, sangat mudah untuk berpikir bahwa jiwa-jiwa yang perlu dijangkau dengan hal-hal tersebut adalah mereka yang ada di Gereja, di COOL, di kota atau tempat lain, atau bahkan mereka yang ada di luar negeri atau berbeda negara. Semua itu tidak salah dan benar. Namun ketahuilah bahwa ada satu ladang misi yang seyogyanya menjadi ladang misi pertama kita, yaitu keluarga. Tuhan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya dalam Kisah Para Rasul 1:8 (Tb2), “Tetapi, kamu akan menerima kuasa bilamana Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-saksi-Ku di Yerusalem, di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”
Sudah menjadi interpretasi ratusan tahun bahwa kata ‘Yerusalem’ di ayat ini dapat juga diartikan sebagai keluarga kita sendiri. Artinya, pencurahan Roh Kudus yang menjadikan kita saksi-saksi Kristus, yang menjadikan kita misionaris- misionarisnya Kristus, diutus ladang misi yang pertama di keluarga kita terlebih dahulu. Siapapun dalam keluaga kita yang belum percaya kepada Kristus atau belum sungguh-sungguh dalam Dia, adalah “ladang misi” kita. Perlu kita perhatikan, ayat tersebut tidak berbicara bahwa kita harus sukses dahulu di “Yerusalem”
kita, baru kita mengabarkan Injil kepada orang-orang di luar keluarga kita. Sama sekali tidak.
Kita mengabarkan tentang Kristus kepada semua orang, tetapi dimulai dari keluarga dahulu. Mengenai apakah orang yang telah kita beritakan tentang Kristus mau menerima-Nya atau tidak, itu adalah tanggung-jawabnya secara pribadi kepada Tuhan. Prinsip ini harus kita terima dan pahami dengan baik. Bagaimana penginjilan dapat dilakukan pertama kali di keluarga? Setidaknya ada 2 (dua) hal yang Alkitab ungkapkan mengenai hal ini:
1. Misi dalam keluarga dimulai dari satu orang yang percaya kepada Tuhan Yesus (Kis. 16:30-34).
Dalam peristiwa yang telah kita baca, bahwa keselamatan diterima oleh seisi rumah tangga Kepala penjara di Filipi, dimulai dari sang Kepala Penjara itu terlebih dahulu, yang kemudian disusul dengan seisi rumahnya. Perlu kita perhatikan juga disini, jangan kita salah pengertian dengan mengira Kisah 16:31 adalah syarat bahwa untuk seluruh keluarga diselamatkan, maka cukup diwakilkan oleh 1 orang saja dari keluarga tersebut.
Itu adalah pemahaman yang salah, oleh karena tiap orang bertanggungjawab atas iman dan respons percaya kepada Kristus (Yohanes 3:16 - kata “setiap orang” menandakan bahwa percaya kepada Tuhan adalah tanggungjawab perorangan, dan tidak dapat diwakilkan). Perkataan Paulus dan Silas di ayat tersebut dapat diartikan sebagai nubuatan yang berlaku pada keluarga Kepala Penjara bahwa seisi rumahnya akan selamat, namun itu dimulai dari sang Kepala Penjara terlebih dahulu. Perhatikanlah apa yang dilakukan sang Kepala Penjara: dia memastikan seisi rumahnya mendengarkan firman Tuhan; mendengarkan pemberitaan kabar baik (ayat 32). Inilah titik pentingnya.
Langkah awal dari misi dalam keluarga dimulai dari diri kita terlebih dahulu; kita perlu tertanam kuat dalam iman kepada Tuhan Yesus Kristus. Jika kita sendiri tidak yakin dengan apa yang kita yakini, bagaimana mungkin kita dapat meneruskan berita anugrah keselamatan kepada keluarga kita? Langkah kedua melakukan misi di keluarga kita adalah memberitakan firman dalam keluarga; beritakan dan ceritakanlah tentang Yesus Kristus. Gunakan firman untuk memperkenalkan Kristus kepada anggota keluargamu, baik tua maupun muda, dan bukannya untuk menghakimi Betul bahwa kita mungkin ingin melihat anggota keluarga kita berubah dari tingkah laku dan perbuatannya yang buruk dan menjadi pribadi yang lebih baik, dan firman Tuhan membukakan setiap perbuatan buruk/dosa yang Allah tentang.
Namun jika mereka masih diluar Kristus, maka perjalanan perubahan itu tidak dapat terjadi. Hanya ketika seorang ada di dalam anugrah keselamatan, maka perjalanan hidup yang diperbaharui Roh Kudus dapat terjadi (Ef. 2:8-10). Ingatlah, Kristus mengasihi dan menerima semua orang, tetapi bukan artinya semua tingkah laku, perbuatan dan tindakan kita diterima. Kita semua telah jadi dalam dosa dan membutuhkan Tuhan Yesus untuk menyelamatkan kita. Kita yang sudah lahir baru dalam Yesus Kristus, perlu melaksanakan misi di ladang pertama kita, yaitu di keluarga kita.
2. Jangan pernah putus asa dan berhenti untuk memberitakan, melakukan dan mengajak semua anggota keluarga untuk tenggelam dalam firman dan hadirat Tuhan (Ul. 6:6-7).
Dalam nasihat Musa yang telah kita baca, kita dapatkan dikatakan “berulang-ulang”. Ini adalah upaya tanpa henti, tanpa putus asa, tanpa bosan untuk mengajak semua anggota keluarga mendengarkan firman Tuhan, melakukannya dan senantiasa tenggelam dalam hadirat dan kasih-Nya. Sebagaimana Allah tidak pernah putus asa dan bosan untuk mengasihi dan menjangkau kita seumur hidup kita, demikian juga hendaknya upaya kita kepada keluarga kita, khususnya yang belum mengenal dan sungguh-sungguh dalam Kristus. Kasih Yesus yang besar kepada kita, itulah yang kita ceritakan dan beritakan kepada anggota keluarga kita. Terlebih kepada anggota keluarga yang lebih muda (anak, keponakan) yang dipercayakan dalam pengasuhan kita.
Apakah dijamin bahwa akhirnya semua anggota keluarga pasti menjadi orang percaya? Jawabannya: kita tidak tahu, karena tiap orang harus memberikan respons-nya masing-masing dan bertanggungjawab masing-masing di hadapan Allah. Jangan kemudian kita beranggapan: ‘kalau begitu apa gunanya melakukan semua hal itu, kalau tidak ada jaminan akan akhir hasilnya?’ Kita harus paham bahwa kalau sudah diberitakan firman, masih ada kemungkinan anggota keluarga kita tidak memilih Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya, apalagi kalau tidak ada yang memberitakan Kristus kepada mereka?
Namun, baiklah kita beriman Kisah 16:31 terjadi, kita juga beriman bahwa Amsal 22:6 (TB2) juga terjadi: “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari jalan itu.”
Penutup
Mari kita kembali ke “Yerusalem” dan lihatlah, apakah sudah semua anggota keluarga kita mengenal dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi mereka masing-masing. Keluarga kita adalah ladang misi pertama kita. Amin. (CS)
Pertanyaan Diskusi:
• Kapan terakhir anda berdiskusi tentang Tuhan Yesus Kristus (bukan Tuhan secara umum, tetapi spesifik mengenai Tuhan Yesus Kristus) dengan anak/keponakan atau orangtua-mu? Tindakan Aksi
• Bersama dengan anggota keluargamu yang muda dan yang tua, ambil waktu membaca dan mengikuti kisah perjalanan Tuhan Yesus ketika di dunia ini. Fokuslah kepada keempat kitab Injil: Matius, Markus, Lukas, Yohanes.