JADIKAN AKU RUMAH DOAMU
Posted by Admin 2025-09-08
Jadikan Aku Rumah DoaMu
Yesaya 56:7 “mereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku. Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbah-Ku, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.
Ketika Tuhan berbicara tentang rumah-Nya sebagai rumah doa, Ia tidak hanya menunjuk pada sebuah bangunan fisik. Dalam Perjanjian Baru, Rasul Paulus mengingatkan bahwa tubuh kita adalah bait Roh Kudus (1 Korintus 6:19). Artinya, hidup kita sendiri adalah tempat kediaman Allah. Jika Allah tinggal dalam diri kita, maka hati kita seharusnya menjadi rumah doa tempat di mana hadirat-Nya tinggal.
Doa bukan sekadar rutinitas atau kewajiban. Doa adalah napas rohani kita, relasi pribadi dengan Bapa, dan cara kita melekat pada sumber kehidupan sejati. Tanpa doa, iman kita menjadi kering; tetapi dengan doa, hidup kita dipenuhi kuasa, dan tuntunan dari Tuhan.
Doa sering terasa sulit. Ada begitu banyak distraksi: gadget, media sosial, bahkan rasa malas. Tetapi di balik semua itu, Tuhan sedang mencari hati yang mau menyediakan waktu untuk-Nya. Ia rindu anak-anak-Nya menjadikan doa sebagai gaya hidup, bukan hanya ketika ada masalah.
Tuhan Yesus sendiri memberi teladan. Walaupun Ia adalah Anak Allah, Ia selalu menyisihkan waktu untuk berdoa, bahkan di tengah pelayanan yang sibuk. Kadang Ia berdoa di tempat sunyi, kadang semalam-malaman. Bahkan sebelum menghadapi salib, dia berdoa di taman Getsemani. Dengan demikian, kita belajar bahwa doa bukan sekadar permintaan, tetapi cara untuk melekat erat dengan Sang Sumber kehidupan.
Lebih dari itu, rumah doa bukan hanya untuk diri sendiri. Yesaya menegaskan bahwa rumah doa Allah adalah “bagi segala bangsa”. Hidup kita seharusnya membawa dampak bagi orang lain, menjadi saluran berkat, penghiburan, dan doa syafaat bagi orang di sekitar kita. Ketika kita mendoakan teman, keluarga, bahkan bangsa, kita sedang ikut serta dalam rencana besar Allah. Doa kita mungkin terdengar sederhana, tetapi di hadapan Tuhan, doa-doa kita tidak kembali dengan sia-sia. Allah pasti mendengar seruan umatNya.
Sebuah kebangunan rohani tidak terjadi dengan sendirinya, tetapi ada orang-orang yang dengan tekun berdoa bagi keselamatan orang lain. Ini masa-masa penuaian dan Tuhan sedang memanggil pasukanNya yang berkata “Jadikan aku rumah DoaMu”.