INTERVENSI ALLAH KARENA DOA

Posted by Admin 2026-09-04

blog-post-image

Intervensi Allah karena Doa

Yeremia 33:3; Markus 11:24-25

 

Bulan ini kita akan banyak membahas perihal doa dan juga keterkaitannya dengan kehidupan kita secara pribadi maupun keterkaitannya dengan pemberitaan kabar keselamatan Kristus. Pembahasan akan semakin dalam setiap minggunya. Kita harus memahami bahwa doa bukanlah hanya untuk mengajukan permohonan-permohonan kepada Tuhan. Doa adalah bentuk percakapan dengan Tuhan. Doa dapat berisikan ungkapan perasaan sukacita kepada Tuhan, pujian dan pengagungan kepada-Nya.

Doa juga dapat berupa pengajuan permohonan tertentu, baik permohonan “kecil” maupun “besar”. Doa juga dapat berisikan curahan isi hati yang jujur dan terbuka kepada Tuhan. Allah tidak pernah menolak apabila orang datang kepada-Nya menyampaikan keluh kesah kepada-Nya. Bapa adalah Tuhan yang menjaga dan menyediakan. Kristus adalah Tuhan yang menyelamatkan.

Roh Kudus adalah Tuhan yang menghibur dan menguatkan. Doa adalah sarana yang luar biasa, bukan karena doa itu sendiri, namun karena doa mengkoneksikan kita dengan Tuhan yang luar biasa. Koneksitas (hubungan) itu memungkinan intervensi Allah ke dalam kehidupan kita atau ke dalam kehidupan orang lain atau ke dalam isi doa yang kita naikkan.

Di hari-hari saat ini dimana keadaan ekonomi sedang tidak stabil --istilah zaman sekarang: “in this economy”-- peranan doa menjadi krusial. Gembala Sidang kita menekankan pentingnya doa, berdoa, berdoa-memuji-menyembah dinaikkan hari-hari lebih lagi di hadapan Tuhan. Mengapa demikian?

 

1. Kita terbatas dalam memahami situasi dan kondisi yang terjadi saat ini sehingga butuh hikmat dan jawaban dari Allah (Yer. 33:3).
Dalam teks yang kita baca, Allah meminta umat-Nya berseru kepada-Nya dan Ia berjanji akan menjawab, memberi penjelasan atas hal-hal yang mereka tidak pahami. Situasi rakyat Yehuda pada waktu itu dilanda kebingungan oleh karena Allah mengizinkan Yehuda mengalami banyak kesusahan. Banyak orang yang bingung mengapa Allah, yang Maha Pengasih, mengizinkan hal yang amat sukar terjadi kepada umat-Nya.

Sekarang kita mengerti mengapa puncak penderitaan Yehuda dengan diasingkan 70 tahun ke Babilonia/Persia adalah karena ada rencana Allah untuk pertobatan dan pemulihan bangsa Yahudi (Yer. 33:6-9). Ini yang tidak ditangkap dan dipahami oleh orang-orang Yehuda pada waktu itu. Di dalam pengertian sama, kita juga mungkin tidak memahami mengapa Tuhan mengizinkan ada hal-hal yang tidak enak terjadi pada hidup kita, pada bangsa dan negeri kita.

Sekalipun mungkin kita mengerti dari firman dan sharing di COOL atau khotbah di Gereja hari Minggu bahwa Allah memiliki rencana di balik itu semua, tidak sedikit yang masih bertanya-tanya, “sebenarnya semua ini terjadi apa tujuannya?” Disinilah Allah mengajar untuk kita bertanya kepada-Nya, bahkan Ia mengizinkan untuk kita berseru (ada konotasi emosional disini) waktu kita bertanya kepada Tuhan.

Doa yang bertanya kepada Tuhan memungkinkan Allah untuk melakukan intervensi terhadap pemikiran dan pergumulan kita. Bentuk intervensi itu adalah j-a-w-a-b-a-n. Jawaban bukanlah pengabulan; itu adalah dua hal yang amat berbeda. Jawaban adalah Allah membukakan alasan, rencana dan tujuan dari semua hal yang Ia izinkan terjadi. Jawaban bisa jadi bukanlah solusi yang kita inginkan, tetapi tentu menjadi penghiburan dan kekuatan karena kita menyadari bahwa Allah masih memegang kendali atas hal-hal yang terjadi.

Dan karena kasih-Nya kepada kita, tentu kita percaya semuanya akhirnya akan mendatangkan kebaikan. Allah menjawab bukan berarti artinya Ia selalu mengabulkan, tetapi Ia memberitahu dan memberi hikmat untuk kita mengerti rencana dan hati-Nya. Doa memungkinkan kita menerima jawaban dan pemberitahuan Allah. Pada waktu kita berseru dalam doa kepada Allah, kita sedang menempatkan diri kita di bawah Dia yang adalah Maha Kuasa, dan dibandingkan dengan Dia maka kita tidak ada apa-apanya.

Pada waktu kita berdoa berseru kepada-Nya, kita sedang menyatakan penyerahan diri kita kepada Dia yang menjaga, merawat, menyelamatkan dan menguatkan kita. Doa membuka jalan bagi intervensi kasih Allah turun atas kita.

 

2. Allah bersedia mengabulkan doa kita sejalan kita mengabulkan pula permintaan-Nya kepada kita (Mrk. 11:24-25).
Perhatikanlah baik-baik apa yang Tuhan Yesus jelaskan dalam ayat-ayat ini. Sangat mudah bagi kita untuk hanya memegang ayat 24 tanpa memperhatikan ayat 25. Tuhan Yesus mengingatkan bahwa kalau doa kita berisikan permohonan yang kita harapkan Allah akan mengabulkannya, hendaknya kita meminta dengan iman percaya kepadanya (pengertian dari “percayalah bahwa kamu telah menerima”).

Tuhan Yesus mengajar kita agar kita bukan hanya sekedar berdoa mengucapkan dengan kata-kata, tetapi dengan iman percaya bahwa Allah sanggup dan berkuasa untuk mewujudkan apa yang sepertinya mustahil. Allah yang Maha Kuasa itu memberi kita yang terbaik karena kasih-Nya kepada kita; kuasa-Nya atas kita senantiasa berlandaskan kasih-Nya kepada kita.

Namun, Allah juga meminta kita untuk mengabulkan permintaan-Nya: yaitu kita juga mengasihi sesama kita. Kasih kepada sesama dapat diwujudkan dalam banyak hal, tetapi di dalam ayat ini, Tuhan Yesus meminta kita mengabulkan permohonan Allah untuk kita mengasihi sesama dengan memberi pengampunan. Mengapa demikian? Karena wujud terbesar dari kasih Allah kepada kita adalah Dia mengampuni kita dari dosa-dosa kita.

Sekarang Allah meminta kita pun mewujudkan kasih itu kepada sesama kita, sebagaimana Ia telah lakukan serupa kepada kita. Doa membuka jalan bagi intervensi Allah. Saat kita mengampuni, kita sedang “mengabulkan doa Allah” (permintaan Allah). Pengampunan yang kita berikan, memungkinan intervensi kasih Allah mengalir kepada orang atau situasi yang kita bawa dalam doa.

Renungkanlah hal ini: kita seringkali meminta begitu banyak permohonan kepada Allah, tetapi Dia meminta satu hal kepada kita, yaitu mengampuni. Sudahkah kita lakukan yang Dia minta? Bagaimana hal itu berefek kepada kehidupan doa/hubungan kita dengan Tuhan? (Diskusikan hal ini dalam COOL). Minggu, jadikan doa berseru kepada Tuhan dan “mengabulkan doa Tuhan” menjadi agenda utama yang akan kita lakukan baik secara bersama-sama dalam COOL maupun dalam saat pribadi kita dengan Tuhan. Amin. (CS)