HIDUP DALAM ANUGERAH MENGHASILKAN KERENDAHAN HATI DAN KEDAMAIAN
Posted by Admin 2025-11-17
HIDUP DALAM ANUGERAH MENGHASILKAN KERENDAHAN HATI DAN KEDAMAIAN
"Pada akhir tujuh tahun engkau harus mengadakan penghapusan hutang. Inilah cara penghapusan itu: setiap orang yang berpiutang harus menghapuskan apa yang dipinjamkannya kepada sesamanya; janganlah ia menagih dari sesamanya atau saudaranya, karena telah dimaklumkan penghapusan hutang demi TUHAN. Ulangan 15:1-2 (TB)
Kenapa sih kita harus menghapuskan hutangnya orang lain terhadap kita? Dan kenapa sih penghapusannya itu ada di ujung tahun ke 7? Ada apa dengan angka 7?
Tentu saudara ingat dengan tulisan yang terdahulu mengenai tembok Yerikho yang runtuh di hari ke 7 dan di akhir putaran yang ke 7 bukan?
Sekali lagi, angka 7 ini menggambarkan karya Allah yang sempurna di kayu salib.. It is finished. Tuhan mau kita hidup/tinggal di dalam karya salib Nya ini.. (di dalam kasih Nya)
Alkitab menuliskan:
Roma 4:1-8 (TB) Jadi apakah akan kita katakan tentang Abraham, bapa leluhur jasmani kita? Sebab jikalau Abraham dibenarkan karena perbuatannya, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah.
Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? "Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran."
Kalau ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya. Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran.
Seperti juga Daud menyebut berbahagia orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya:
"Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya;
berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya."
BIla kita hidup di dalam karya salib Nya yang telah selesai, maka yang ada adalah KERENDAHAN HATI. Yang ada adalah KASIH dan PENGAMPUNAN, karena ia sadar bahwa semuanya adalah Kasih Karunia Allah semata, bukan kekuatannya.
Tuhan Yesus mengaitkan penghapusan hutang dengan pengampunan dalam kisah berikut ini:
Matius 18:21-35 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"
Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai *tujuh puluh kali tujuh kali.
Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.
Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.
Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?
Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.
Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."
Melalui renungan ini Tuhan mau menyampaikan 2 hal:
- Dosa kita sudah diampuni. 1 Yohanes 4:10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.
- Karenanya: JANGAN SOMBONG. Janganlah kita bermegah karena perbuatan-perbuatan kita. Kasihilah sesamamu seperti kamu mengasihi dirimu sendiri. Belajarlah untuk mengampuni diri mu dan juga mengampuni sesamamu (berdamai dengan diri sendiri dan berdamai dengan sesama). GBU.