CHILDFREE: Pilihan Atau Penolakan Terhadap Rencana Tuhan?

Posted by Admin 2026-10-01

blog-post-image

“Aku nggak mau punya anak. Emangnya salah?”

“Aku suka anak-anak, kok. Tapi kalau harus punya anak sendiri? Kayaknya nggak dulu deh.”

Pernah dengar kalimat kayak gini?

Di zaman sekarang, childfree atau keputusan untuk tidak punya anak makin sering dibahas, dan juga semakin sering kita lihat disekitar kita. Alasannya macam-macam.

  1. Ada yang mau fokus ke karier,
  2. merasa belum siap secara finansial,
  3. punya pengalaman masa kecil yang kurang baik,
  4. takut nggak bisa jadi orang tua yang baik, atau
  5. memang dari awal nggak punya keinginan untuk punya anak.

Tapi kalau kita melihat hal itu dari perspektif Kristen, muncul satu pertanyaan:

“Kalau aku memilih childfree, berarti aku sedang menolak rencana Tuhan nggak, sih?”

Anak Itu Berkat, Bukan Bahan untuk Menghakimi

Alkitab memang mengatakan bahwa anak adalah berkat dari Tuhan. Mazmur 127:3 berkata bahwa anak-anak adalah milik pusaka dari Tuhan. Tapi jangan sampai ayat ini malah dipakai untuk menghakimi orang lain.

Karena kenyataannya, nggak semua pasangan yang belum punya anak memang memilih untuk childfree. Ada yang masih menunggu, ada yang punya kondisi tertentu, dan ada juga yang sedang menjalani pergumulan yang nggak semua orang tahu. Jadi, jangan buru-buru menyimpulkan.

Nggak punya anak dan memilih nggak punya anak itu dua hal yang berbeda.

Tapi Kalau Memang Memilih Childfree?

Nah, ini yang perlu direnungkan lebih dalam. Sebagai orang Kristen, keputusan besar dalam hidup nggak cukup cuma berdasarkan: “Aku pengennya apa?”

Tapi kita juga perlu bertanya: “Tuhan maunya apa?”

Kejadian 1:28 memang mencatat perintah Tuhan untuk beranak cucu dan memenuhi bumi. Tapi ayat ini juga nggak seharusnya dipakai untuk menekan atau mempermalukan pasangan yang belum punya anak.

Kalau kamu sedang mempertimbangkan childfree, coba jujur sama diri sendiri.

  1. Kenapa aku nggak mau punya anak?
  2. Apakah karena memang sudah dipikirkan matang-matang?
  3. Atau karena takut?
  4. Karena pengalaman masa lalu?
  5. Karena merasa anak bakal mengganggu kebebasan?
  6. Atau karena sebenarnya aku cuma nggak mau repot dengan tanggung jawabnya?

Dan yang nggak kalah penting:

Sudahkah keputusan ini benar-benar dibawa dalam doa?

Karena apa yang sedang populer tidak otomatis menjadi pilihan yang tepat buat hidup kita.

Ada dua hal yang perlu kita patok dalam pikiran kita:

1. Punya Anak Bukan Ajang Pembuktian

Tapi jangan salah juga. Sebaliknya, jangan jadikan ‘punya anak’ sebagai “standar kesuksesan” seseorang. Pasangan menikah nggak harus langsung ditanya:

“Kapan punya anak?”
“Kok belum isi?”
“Kapan nambah lagi?”

Buat sebagian orang, pertanyaan seperti itu mungkin terdengar biasa. Tapi buat pasangan yang sedang bergumul, pertanyaan tersebut bisa terasa sebagai tuduhan yang cukup berat.

2. Punya Anak Bukan Perlombaan

Dan seseorang juga nggak otomatis menjadi lebih rohani hanya karena sudah punya anak.

Yang penting adalah bagaimana kita menjalani kehidupan dan keputusan kita dengan melibatkan Tuhan.

Jadi, kalau kamu sedang mempertimbangkan childfree, jangan cuma tanya: “Boleh nggak?”

Tapi coba tanya: “Tuhan, apa yang sebenarnya Engkau mau dalam hidupku?”

Kalau kamu sedang bingung soal pernikahan, anak, atau keputusan besar lainnya dan nggak tahu harus cerita ke siapa, kamu bisa ngobrol lewat HMChats, platform curhat online dari GBI Gatsu.

Kamu bisa cerita tentang pergumulanmu dan mendapatkan pendampingan berdasarkan kasih dan kebenaran Firman Tuhan — tanpa dihakimi, tapi didampingi untuk melihat masalah dengan lebih bijaksana.

Karena hidup bersama Tuhan bukan cuma soal mencari tahu tentang “apa yang boleh aku lakukan?”, tapi juga tentang berkata: “Tuhan, aku mau tahu apa yang Engkau kehendaki.” (MA)