BERJALAN DALAM TERANG TUHAN
Posted by Admin 2025-09-22
BERJALAN DI DALAM TERANG TUHAN
Mungkin kita pernah mendengar sebuah kisah di mana seorang anak kecil yang berteriak dengan nyaring memanggil ibunya karena betapa takutnya dia ketika berjalan di lorong rumahnya yang gelap saat listrik padam. Tidak lama ibunya menghampirinya dan menggandeng tangannya serta menyalakan lilin, dan rasa takut yang ada pada si anak kecil itu hilang. Kehadiran cahaya lilin memberi keberanian, dan pegangan tangan ibunya membuat ia merasa aman.
Kalau kita mau jujur, hidup kita pun sering kali terasa seperti berjalan di lorong gelap. Ada masalah keluarga, tekanan dalam pekerjaan, atau masa depan yang tampak samar, apalagi kita sedang hidup di tengah-tengah dunia yang terus-menerus menawarkan banyak jalan pintas yang menggiurkan. Namun kita perlu waspada dan menyadari bahwa semua itu hanya akan menjerumuskan kita semakin dalam di dalam kegelapan.
Keputusan apa yang harus kita buat di tengah-tengah situasi dan keadaan dunia hari-hari ini? Nabi Yesaya pernah mengingatkan bangsa Israel bahwa satu-satunya jalan keluar adalah berjalan dalam terang Tuhan.
Billy Graham seorang penginjil besar abad ke-20 pernah berkata: “Ketika kita berjalan dalam terang Tuhan, kita tidak hanya menemukan jalan kita, tetapi juga menolong orang lain menemukan jalan mereka.” Terang Tuhan melambangkan Firman-Nya yang menuntun, Kasih-Nya yang menguatkan, serta Roh-Nya yang memberi arah di tengah kegelapan hidup.
Sebagai orang-orang percaya, kita diingatkan untuk tidak hanya menjadi pendengar Firman, tetapi sungguh-sungguh harus berjalan di dalamnya. Mari kita tanyakan kepada diri kita masing-masing, apakah saya sudah sungguh-sungguh berjalan dalam terang Tuhan, ataukah masih ada bagian dari hidup saya yang dibiarkan dalam kegelapan entah itu kecemasan, kebiasaan dosa, atau ketidaktaatan?
Saat kita berjalan dalam terang-Nya, hidup kita tidak hanya terhindar dari kegelapan, tetapi juga akan menjadi pelita yang menolong orang lain menemukan jalan mereka menuju Kristus. “Semakin dekat kita pada terang Kristus, semakin jelas kita melihat kegelapan dunia — dan semakin kuat kita dipanggil untuk bersinar.” (AH)